TERAS WAKIL REKTOR 3

ERA YANG SEDANG BERUBAH: MAHASISWA MAU KEMANA?

Dr. Abdul Mukti Ro’uf, MA

Lanskap dunia usaha bahkan cara hidup sosial masyarakat sedang mengalami perubahan siginifikan akibat gempuran teknologi informasi. Mereka yang terlambat mengadaptasi digital era ini, dipastikan akan mengalami kesulitan hidup minimal kesulitan beradaptasi.

Era ini telah memporak porandakan rumus-rumus dunia usaha yang sudah mapan bertahun-tahun. Seseorang mudah mnjadi sukses tidak lagi bersyarat keturunan orang sukses, bermodal besar, berjejaring konvensional, memiliki sejumlah luas tanah dll. Hadirnya para milyarder baru sebagian berasal dari mereka yg memahami alogoritma media baru. Jejaring (dalam batas tertentu), pembeli, pelanggan mereka adalah “pelanggan hantu” yang berinteraksi secara digital. Para pencari kos kosan tidak harus bertemu juragan kos dan bernegosisasi harga. Ia cukup masuk ke dalam platform digital, langsung bisa menikmati tempat kos yang diinginkan.

Gempuran tekonologi ini cepat atau lambat akan mempengaruhi cara berpikir dan cara bekerja seseorang. Diantara kata kunci yg layak menjadi panduan untuk hidup di era digital ini adalah adaptasi dan inovasi.

Meskipun harus segera dicatat bahwa teknologi harus tetap kita posisikan sebagai alat/tools. Ia bukan tujuan sehingga harus mendewakannya. Tujuan hidup tetap: Inna sholati, wanusuki, wamahyaya lillahirabbil Al-Amin.

Konon, salah satu kunci keberhasilan seseorang adalah mereka yang mudah beradaptasi dengan lingkungan. Mahasiswa tidak bisa lagi mengandalkan rumus lama: mengejar aspek formal untuk sekedar lulus dan menjadi sarjana. Setelah itu bingung mau kemana. Mahasiswa dituntut super kretaif, tidak mengandalkan akumulasi nilai kuliah. Ia harus memburu sebnyak mungkin referensi dan ujicoba secara mandiri untuk menciptakan inovasi-inovasi baru. Peranan dosen sudah semakin tergerus oleh sunmber-sumber pengetahuan baru dalam jagat Maya. Transfer pengetahuan agaknya sedang mengalami perubahan siginifikan.

Maka, tidak ada jalan lain kecuali segera masuk beradaptasi dengan dunia baru. Dunia yg membutuhkan “nalar digital” di banyak segmen kehidupan.